Keren! Di sekolah ini bayar SPP boleh gunakan sampah

Sekolah Bank Sampah Pengajaran Kecil Umur Dini (PAUD) Al-Kausar Kota Jambi mendapatkan pembayaran uang iuran sekolah mengaplikasikan sampah sehingga mewujudkan sampah lebih berkhasiat dan mempunyai skor.

“Donasi Penyelenggara Pengajaran (SPP) tiap-tiap bulannya dapat mengaplikasikan sampah kering dengan nominal sampah hal yang demikian sekiranya diuangkan tiap-tiap bulannya Rp 40.000,” kata Pemilik PAUD Al-Kausar Adi Putra di Jambi. Via dikutip Antara. international school jakarta

Sekolah Bank Sampah yang diinisasi Adi itu dimaksimalkan di halaman rumahnya yang berlokasi di RT 19 Kelurahan Payo Lebar, Jelutung, Kota Jambi dan beroperasi semenjak 2014 sampai kini.

“Mulanya konsep sekolah seperti ini, aku mau menanamkan kebiasaan si kecil-si kecil semenjak dini untuk mencintai dan lebih peduli kepada kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sampah yang dibayarkan untuk tarif pengajaran hal yang demikian merupakan sampah kering seperti plastik, botol dan kertas. Para orang tua juga dapat menabung sampah untuk menutupi kekurangan pembayaran.

“Dikala banyak orang menganggap sekolah ini aneh, namun kini justru masyarakat di lingkungan sini antusias. Selain ini jumlah muridnya menempuh 20 si kecil” katanya.

Umpamanya itu, untuk meningkatkan harapan orang tua murid mengumpulkan sampah, sekolah juga menyiapkan buku tabungan penjualan sampah dari orang tua yang berlebih membayar tarif bulanan.

“Proses ada sampah yang sisa dapat ditabung, jadi orang tua murid juga bermotivasi, sebab masih ada tabungan sehingga untuk pembayaran bulan depan dapat dari tabungan itu,” ujar pria kelahiran 1979 itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD AL-Kausar Imelda Simanjuntak membeberkan pelaksanaan pelajaran di Sekolah Bank Sampah hal yang demikian masih sama dengan pelaksanaan pelajaran di sekolah lain. “Selain belajarnya sama merupakan belajar dan bermain. Umpamanya itu juga si kecil-si kecil belajar membikin kerajinan dari sampah, sehingga diinginkan mulai tertanam semenjak dini untuk mencintai lingkungan,” jelasnya.

Selain dari pelaksanaan pelajaran itu kata ia, ada sedikit pembeda, merupakan murid lebih ditekankan terhadap pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi lebih beguna.

” membedakan memang kita buat si kecil-si kecil di sini lebih peduli kepada sampah dan memanfaatkan sampah menjadi lebih memiliki skor, memang itu seharusnya ditanamkan semenjak dini,” katanya.

Umpamanya si kecil-si kecil yang belajar di sekolah, orang tua murid itu juga belajar membikin membikin kerajinan yang terbuat dari bahan baku sampah. Dari sampah hal yang demikian dapat dimanfaatkan menjadi beraneka produk kerajinan. international schools in jakarta

“Mereka (orang tua) yang memandu si kecilnya juga kadang-kadang belajar membikin kerajinan dari sampah plastik,” kata Imelda menambahkan.

 

 

Artikel Lainnya : International schools in Jakarta