Anak Sekolah di Perancis Dilarang Membawa dan Menggunakan HP di Sekolah

Anak Sekolah di Perancis Dilarang Membawa dan Menggunakan HP di Sekolah

http://acrylicgbbond.com – Perancis melegalkan larangan penerapan perangkat elektronik di sekolah. Perangkat elektronik ini termasuk telpon pintar, tablet, juga smartwatch. Regulasi ini diloloskan Juli lalu di parlemen dan mulai dilegalkan dikala si kecil-si kecil ini kembali berguru kemarin, Senin (3/9).

Tata yang disahkan di bawah pemerintahan dibawah pemerintahan Emmanuel Macron ini berlaku bagi si kecil sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP). Sementara untuk si kecil sekolah menengah tingkat atas (SMA) yang berusia 15-18 tahun dapat dikenakan larangan sempurna atau beberapa. Sedangkan demikian, larangan ini tidak bersifat semestinya.

Dikeluarkannya peraturan ini bukan tanpa kontroversi. Kontra sengit sudah berlansung berkaitan pelegalan larangan hal yang demikian. Para penunjang peraturan ini menyebut bahwa pelarangan ini akan mengurangi distraksi di ruang kelas, melawan tindak perundungan (bullying), dan menunjang si kecil-si kecil supaya lebih aktif bergerak selama jam rehat.

“Aku pikir ini yaitu hal yang bagus,” terang Marie-Caroline Madeleine (41) terhadap AFP dikala mengantarkan si kecilnya di hari pertama ke sekolah menengah di Paris.

“Ini yaitu pedoman yang bagus bahwa ‘sekolah yaitu daerah untuk belajar’, bukan daerah untuk bersama telpon pintar mereka,” tambahnya. “Amat susah mengontrol remaja, Anda tak dapat mengontrol apa yang mereka lihat dan hal ini benar-benar merisaukan aku sebagai orang tua.”

Hampir 90 persen warga Perancis di umur 12 hingga 17 tahun mempunyai telpon pintar. Para penunjang peraturan ini ingin larangan ini dapat mencegah tersebarnya tindak kekerasan dan pornografi di antara si kecil-si kecil.

Menteri pengajaran Jean-Michel Blanquer membanggakan peraturan ini sebagai “peraturan di abad ke-21”. Regulasi ini juga diandalkan dapat meningkatkan kedisiplinan dari 12 juta murid di Perancis.

“Bersikap terbuka dengan teknologi bukan berarti kita mendapatkan pengaplikasiannya seperti itu saja,” terang Blanquer di Juni lalu dikala Undang-undang hal yang demikian tengah diuji di parlemen.

Tapi para kritikus menyebut bahwa peraturan ini hanyalah praktik kehumasan yang dilaksanakan pemerintah. Mereka juga skeptis peraturan itu akan dapat digunakan.

Pemerintah menyerahkan kebijakan terhadap sekolah apakah mereka akan mengaplikasikan peraturan ini atau tak. Sekolah diimbau supaya minta para murid untuk menaruh telpon pintar mereka di loker selama siswa berada di sekolah atau menonaktifkannya. Tapi, tidak segala sekolah mempunyai loker.

Penelitian memperlihatkan bahwa sekolah-sekolah di Perancis sudah melarang siswa untuk membawa telpon pintar ke sekolah. Tapi, banyak dari siswa yang melanggar peraturan hal yang demikian.

 

Reformasi Pengajaran

Saat dia sudah terpilih, Macron (40) menjanjikan reformasi besar-besaran termasuk di sektor pengajaran. Dikala ini pemerintah Perancis juga menjanjikan untuk mengurangi jumlah hari berguru menjadi 4 atau 4,5 hari.

Tadinya, hari Rabu dipakai sebagai hari ekstrakurikuler. Namun, dikala ini tak akan ada sekolah sama sekali di hari itu. Sebanyak 85 persen kota di Perancis sudah memilih untuk mengaplikasikan hal ini.

Dia juga sudah mengurangi jumlah siswa di dalam kelas di tempat ketinggalan. Dari sebelumnya 25 siswa dalam satu kelas, menjadi cuma 12 orang. Melainkan ini dilaksanakan untuk mencegah keluarnya (drop out) si kecil-si kecil dari sekolah tingkat dasar dan mengurangi ketidakhadiran mereka.

Sebelumnya, pemerintah sudah menguji hal ini terhadap siswa SD kelas 1 dan diklaim sukses. Sehingga kebijakan ini kin idiberlakukan terhadap 190.00 murid SD di Perancis. Tapi, sebagian sekolah mengeluhkan kurangnya ruangan kelas yang dapat mereka gunakan, seperti dilaporkan France24.

Di sisi lain, pemilihan mahasiswa yang dapat masuk di universitas juga semakin selektif. Sehingga memengaruhi jumlah mahasiswa yang dapat masuk kampus tahun ini.

Sebelumnya, peraturan serupa sempat dilegalkan di New York, Amerika Serikat. Tapi pada 2015, Walikota Bill de Blasio tak melegalkan lagi larangan untuk membawa telpon pintar di sekolah. Alasannya berkaitan situasi sulit keamanan dan orang tua semestinya terus terhubung dengan si kecil-si kecil mereka.

sekolah di segala dunia tengah bergulat dengan meningkatnya kepemilikan telpon pintar diantara para murid. Para orang tua juga cemas dengan situasi waktu yang dihabiskan si kecilnya untuk menatap layar perangkat imut itu.

 

Sumber: http://www.ichthusschool.com/