Survei Bank Dunia (IMF) Jadi Acuan Pemerintah Tentukan Budget Pendidikan

st monica school jakarta

Pemerintah akan memakai hasil survei Bank Dunia untuk mempertimbangkan porsi dan pengelolaan anggaran pengajaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini untuk menentukan supaya anggaran yang dicairkan dapat menempuh sasaran yang optimal.

Hasil survei Bank Dunia bertajuk Indeks Modal Manusia (Human Capital Index/HCI) menempatkan Indonesia berada di peringkat 87 dari 187 negara. Indonesia memperoleh skor 0,55 dari 1,0. Hal ini berarti cuma sekitar 55 persen si kecil berusia sampai 20 tahun yang menerima pengajaran dan kesehatan yang optimal.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan indeks ini menampilkan Indonesia cukup sukses merapikan mutu Sumber Kekuatan Manusia (SDM) yang dimilikinya. Tetapi, pemerintah sejatinya masih mempunyai profesi rumah supaya anggaran yang diterapkan dapat lebih meningkatkan mutu SDM yang dimiliki.

Karena, Bank Dunia mengukur anggaran yang digelontorkan pemerintah cukup besar sekitar 20 persen dari APBN. Tetapi, potensi pembenaran mutu SDM hakekatnya masih besar.

“Pemerintah mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pengajaran. Itu jumlah yang tinggi, namun tampaknya hasil yang ditempuh belum cocok dengan yang sudah dibelanjakan,” katanya di jeda pertemuan tahunan IMF-WB 2018, Kamis (11/10) lalu.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan hasil survei HCI dan usulan dari Bank Dunia akan diterapkan pemerintah untuk meninjau kembali keefektivitasan anggaran yang diterapkan.

Dengan demikian, indeks hal yang demikian akan diterapkan untuk mempertimbangkan porsi anggaran dan program yang akan dijalankan pemerintah.

“Kami akan pelajari. Tentu ini akan memberi pengaruh, namun kami ingin Kementerian/Institusi juga membaca ini dan kemudian me-reaksi. Seumpama, nanti pengajaran semestinya diberi tuntunan ke mana, semestinya diubah seperti apa,” katanya.

Menurutnya, pertanda dari indeks ini penting untuk langsung direspon pemerintah dalam porsi anggaran dan program yang akan diambil sebab menjadi salah satu indikator yang dapat meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Ini akan menjadi ukuran baru, jadi kami observasi juga dengan negara lain, mereka mengerjakan seperti apa. Kami belajar dari negara lain juga,” jelasnya.

Sementara dalam indeks hal yang demikian, sebagian negara tetangga Indonesia menempati daerah yang jauh lebih bagus. Singapura berada di peringkat ke-1, Vietnam ke-48, Malaysia ke-55, dan Thailand ke-65.

 

Baca Juga: saint monica kelapa gading