Gubernur Harap Dapat Tolong Konektivitas Liburan di Sumba

kapal sumba

Seperti yang disajikan Viktor dikala dijumpai dalam Peluncuran KMP Komodo di Pulau Komodo, NTT, Sabtu bahwa dia mengapresiasi daya kerja ASDP. Hal ini sebab sudah menolong membangun konektivitas antar pulau terpenting untuk pariwisata sumba.

“Sungguh apresiasi yang luar awam terhadap ASDP, sebab sudah memberikan perhatian connectivity kepada Labuan Bajo. Nantinya juga diinginkan bukan cuma ASDP, namun juga dari sahabat-sahabat yang lain, dan bukan cuma Labuan Bajo, kami juga minta terhadap sahabat-sahabat ASDP untuk membangun connectivity di NTT yang kami ucap Ring of Beauty Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ring of Beauty yang dimaksud Viktor yaitu sebagian pulau di NTT yang mempunyai potensi pariwisata besar. Dia ingin, bahwa nantinya semua transportasi akan terhubung dengan bagus.

“Segala connectivity di NTT yang pulau-pulau akan terhubung dalam satu sama lain melalui transportasi dalam laut, udara dan darat,” tambah Viktor.

Dia malahan mencontohkan sebagian rute yang ada di NTT. Seumpama, Pulau Sumba yang mulai digemari pelancong mancanegara ataupun dalam negeri, tetapi belum terhubung satu sama lain dengan efisien.

“Jadi jika kita di sini kan, Pulau Flores dan Pulau Sumba kan tak ada connectivity. Orang berharap ke Sumba, begitupun ke Labuan Bajo ia semestinya ke Bali, atau ke Kupang. Melainkan ke depan, ia segera bisa menuju ke Sumba untuk memandang estetika kebiasaan dan alam Sumba,” sebut ia.

“Sebaliknya dari Sumba berharap ke Sabu, ke Rote, ke Pulau Timor ke Lembata dan kembalinya, dari Flores nantinya segala bisa terhubung dengan bagus,” jelasnya.

KMP Komodo diluncurkan PT ASDP Indonesia Ferry hari ini, Sabtu (1/12). Kapal tamasya ini diinginkan bisa beroperasi pada peristiwa wisata akhir tahun 2018, dengan rute Labuan Bajo-Pulau Komodo-Pulau Padar dan Pantai Pink (Pink Beach).