Alat Pendeteksi Hidup Sehat Teknik Elektro Raih Pemenang

Tim MicroUB 1 dari Jurusan Teknik Elektro FT UB meraih juara tiga dalam kategori Medical Electronic and Assistive Technology pada kompetisi Lomba Cipta Elektroteknik Nasional ke-18 (LCEN XVIII)
Regu MicroUB 1 dari Jurusan Teknik Elektro FT UB meraih jawara tiga dalam kelompok Medical Electronic and Assistive Technology pada persaingan Laga Cipta Elektroteknik Nasional ke-18 (LCEN XVIII) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (HIMATEKTRO FTI ITS) selama dua hari (24-25/5).

Baca juga : Kompresor angin

Regu MicroUB 1 membikin alat Pendeteksi Umur Biologis Sebagai Penentu Program Diet Bagi Penderita Diabetes Melitus Ragam 2 dan Obesias. Metode kerja alat ini yakni, pengguna dipersilahkan duduk dikursi kemudian alat akan membaca berat badan dan tinggi lutut yang akan dikonversi menjadi tinggi badan. Kemudian data yang diambil tadi dikaitkan secara serial ke komputer. Pada komputer, data tadi masuk ke software yang dijadikan. Kemudian data seperti usia kronologis atau usia sebetulnya dimasukkan. Sesudah selesai, akan keluar hasil berupa umur biologis. Umur biologis ialah umur yang memperlihatkan seberapa sehat penggunanya, seandainya umur biologis lebih muda dari umur sebetulnya, karenanya dikatakan sehat, bila sebaliknya, karenanya kurang sehat atau resiko memperoleh penyakit pengaruh gaya hidup kian besar. Kecuali itu, dalam software terdapat jumlah kalori yang diperlukan penderita diabetes dan obesitas. Untuk menu makanan, pasien bias memilih sendiri dalam software yang takarannya telah dikendalikan pantas keperluan, bila melebihi kalori, software akan mengingatkan.

Ditanya mengenai persiapannya Regu dari FT-UB mengaku cuma mempunyai waktu singkat untuk merealisasikan produknya “Dari pengumuman finalis, kita merealisasikan karya kami dalam waktu cuma 1 bulan “. Kenang M.Ilham salah satu member regu MicroUB1. Kecuali regu MicroUB 1, Regu SSCFB dari FT UB yang meniru kelompok Industrial Automation & Electronics, membikin penyortir biji kopi. Metode kerja alat ini yakni, biji kopi dikerjakan pada konveyor, kemudian sensor membaca warna dari biji kopi, lalu biji kopi disortir atau dipisahkan lokasinya dengan mengaplikasikan motor pantas dengan golongan warnanya.

Dalam acara ini cakupan peserta yang ditarget cukup luas. Terdapat persaingan elektroteknik untuk tiga kelompok yakni Pelajar, mahasiswa, dan awam. Pada kelas pelajar terdapat satu kelompok laga, yakni Klasifikasi Applied Electronic meski Kelas Mahasiswa terdapat tiga kelompok laga; Klasifikasi Green Energy Inovation, Klasifikasi Medical Electronic & Assistive technology dan KategoriIndustrial Automation & Electronics. Dikelas awam; Klasifikasi Telekomunikasi Multimedia dan Informatika. Dalam persaingan hal yang demikian Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) mengirim dua delegasi; Regu SSCFB dengan member M. Nurdin Islam, Rifki Pratama, dan Muhammad Wildan. Regu kedua; Regu MicroUB1: Bayu Satya N, Abdul Roqib, dan M. Ilham Akbar (e’12).

Pengerjaan Final laga ini via sebagian jenjang seleksi antara lain tahap penjurian permulaan yang memutuskan 45 karya terbaik, dilanjutkan dengan pengumuman seleksi proposal, daftar ulang finalis, realisasi karya dan penjurian akhir. Pada tahap penjurian akhir, (24-25/5), peserta dipinta untuk hadir guna mempresentasikan karyanya di depan juri dan akan dipamerkan pada pameran teknologi.

 

 

 

Baca yang terkait : mesin potong kayu