Pencegahan Perilaku Menyimpang pada Mahasiswa

Hal ini diperkenalkan Ketua Regu Nasehat dan Konseling Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor ( IPB) Henny Endah sambutan dalam acara “Seminar Nasional Pencegahan Perilaku Menyimpang pada Mahasiswa” di IPB International Convention Center (IICC). Menghadapi hal hal yang demikian sivitas akademika diimbau perlu berperan aktif mencegah perilaku menyimpang pada mahasiswa.

Acara dihadiri member Regu Nasehat dan Konseling Sekolah Vokasi IPB, Konselor IPB, mahasiswa, dosen, dan tetamu undangan lainnya. Hadir sebagai narasumber merupakan Prof. Euis Sunarti Guru Besar IPB yang juga Penggiat Keluarga (Giga), Nugraha Loyal Budhi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, dan Irfan Amalee mewakili Peace Generation Consultant.

Tamatan dengan 3 pilar Dikutip dari website sah informasi IPB, Dekan Sekolah Vokasi IPB Arief Darjanto memberi tahu kesibukan ini yakni langkah kongkrit tindak lanjut dari program Rektor IPB mencegah terjadinya perilaku menyimpang pada mahasiswa sehingga para konselor bisa mengidentifikasi sedini mungkin dan mengutamakan perbuatan preventif dalam menyikapi problem ini.

Menurutnya, perilaku menyimpang diklasifikasikan dalam tiga topik merupakan penyimpangan seksual, penyalahgunaan narkoba dan radikalisme. “IPB seharusnya memberikan lingkungan belajar kondusif dan terhindar dari perilaku menyimpang yang kontra produktif,” tegasnya.

Pernyataan serupa ditegaskan kembali Rektor IPB Bijaksana Satria dalam sambutannya yang mengucapkan bahwa sikap IPB amat terang kepada perilaku menyimpang sebab IPB bertanggung jawab untuk menjaga amanah ayah dan bunda dalam menjadikan jebolan yang mempunyai tiga pilar merupakan karakter, softskill dan hardskill yang setara.

Peran penting BK “Nasehat dan Konseling (BK) mempunyai peran besar dalam menjaga dan memperkuat karakter sebab itu menjaga moralitas menjadi amat penting sebab hal ini akan memperkuat karakter,” ujarnya. Menurutnya, pengarahan dan konseling merupakan keadaan sulit komunikasi.

Kecakapan yang paling penting dalam konseling merupakan kesanggupan memperdengarkan. Lebih lanjut, beliau membeberkan peran IPB amat besar dalam mencegah penyimpangan seksual, umpamanya dalam konteks makanan merupakan dengan terus mendukung pangan organik.