Mesjid Ahmad Kadyrov Yang Bergaya Klasik

Lantai kayu pertama berfungsi sebagai ruang sholat utama, sementara balkon yang mengitarinya di lantai kedua sebagai ruang sholat tambahan atau daerah sholat bagi jamaah wanita. Mesjid itu juga mempunyai lantai dasar (basement) yang bisa diakses dari teras mesjid.

Secara garis besar, Mesjid Ahmad Kadyrov mempunyai wujud yang sama dengan Mesjid Sultan Ahmad di Istanbul, Turki. Kedua bangunan mesjid ini mempunyai gaya arsitektur Turki Usmani klasik. Kemiripan yang paling mencolok pada kedua mesjid bisa diamati di antaranya dari susunan kubah terfokus yang menjadi atapnya.

Susunan kubah mesjid itu terdiri dari sebuah kubah utama yang menaungi sentra bangunan, empat buah half-dome (kubah terpotong) besar yang melekat pada keempat sisi penampang kubah utama, delapan half-dome berukuran lebih kecil yang melekat pada keempat penampang half-dome besar, dan empat kubah kecil yang diletakkan di keempat pojok bangunan mesjid.

Dengan demikian, serangkaian kubah terfokus dan empat buah kubah kecil hal yang demikian dengan total menaungi ruang sholat utama Mesjid Ahmad Kadyrov yang mempunyai denah berbentuk persegi. Kecuali itu, 19 kubah kecil lainnya berjajar di sisi kanan, kiri, dan muka mesjid.

Kubah-kubah berukuran kecil ini secara segera menaungi balkon mesjid di lantai kedua dan komponen aisle (lorong pengapit auditorium utama) yang berada di bawah balkon. Format susunan kubah yang mempunyai denah seperti semanggi berdaun empat ini ialah pengembangan dari susunan kubah terfokus yang diaplikasikan oleh bangsa Bizantium dalam membangun Hagia Sophia di Konstantinopel (Istanbul).

Pada ruang sholat utama terdapat sebuah mihrab dengan gaya khas Usmani. Kekhasan ini berlokasi pada ceruk mihrabnya yang dihiasi maqarnas (ornamen berbentuk stalaktit) dan komponen atasnya yang dimahkotai ukiran arabes. Di sebelah kanan dan kiri mihrab diletakkan dua buah lampu hias sebagai substitusi dua buah lilin besar yang lazimnya mengapit mihrab mesjid bergaya Usmani.

Di sebelah kanan mihrab terdapat sebuah mimbar bertangga yang betul-betul tinggi. Dengan ketinggian hal yang demikian, khatib yang berkhutbah di atas mimbar ini dapat menonjol oleh para jamaah yang berada di lantai kedua. Kecuali itu, di sebelah kiri mihrab diletakkan juga sebuah mimbar atau podium yang jauh lebih pendek.

Di sisi kanan ruang sholat utama terdapat sebuah mahfil sebagai daerah mengumandang adzan. Mihrab, mahfil, dan kedua mimbar hal yang demikian terbuat dari marmer putih yang dihiasi ornamen kaligrafi berwarna kemasan, muqarnas, serta ukiran arabes berupa corak tumbuhan dan garis-garis geometri. Semua lantai pada ruang sholat ditutupi karpet berwarna hijau dengan corak simpel berupa garis-garis shaf.

Mesjid Ahmad Kadyrov mempunyai jendela-jendela yang tertata dalam sebagian tahapan. Lantai dasar ruang sholat utama mempunyai jendela-jendela berukuran besar. Jendela-jendela inilah yang menjadi sumber utama pencahayaan interior mesjid. Balkon pada lantai kedua bisa dikatakan kurang menerima pencahayaan. Beberapa itu disebabkan minimnya jumlah jendela yang terdapat di lantai dua. Pada dinding komponen atas (clerestory) dan penampang kubah terdapat deretan jendela dengan kaca patri berwarna-warni.